The Adventures of Tintin (2011)

Captain Haddock: “Sir Francis Haddock was the greatest captain of the seven seas! Why do you think I drink? It’s because I know I’ll never be like him!”

Siapa yang tidak kenal Tintin? Tokoh komik legendaris ciptaan Hergé ini akhirnya diangkat ke layar lebar oleh Steven Spielberg. Namun bukan dalam format 2 dimensi seperti film-film Tintin sebelumnya, The Adventures of Tintin: Secret of the Unicorn dibuat dengan teknologi Weta Digital milik Peter Jackson yang sangat memukau. Diawali dengan opening credits yang unik dan mengingatkan penonton pada serial tv dengan judul yang sama, film ini menyuguhkan sebuah petualangan yang benar-benar menarik untuk diikuti.

Cerita diawali dengan cameo Hergé yang melukis wajah Tintin (Jamie Bell), dan dilanjutkan dengan adegan Tintin membeli sebuah model Unicorn, sebuah kapal ternama milik Sir Francis dengan harga murah. Namun tidak disangka, Barnaby (Joe Starr) yang misterius mencoba untuk membeli model Unicorn, dengan dalih bahwa Tintin akan berada dalam masalah besar jika menyimpan modek kapal tersebut. Tak lama kemudian, Sakharine (Daniel Craig) juga mencoba untuk menawar model Unicorn itu, tetapi ditolak Tintin dan iapun membawanya pulang. Namun, kapal tersebut jatuh dan hancur, mengeluarkan sebuah gulungan tanpa disadari oleh Tintin. Di lain tempat, duo polisi Thomson (Nick Frost) dan Thompson (Simon Pegg) sedang mencari seorang copet yang sedang berkeliaran di kota mereka.

Singkat cerita, Tintin diculik di kapal bernama Karaboudjan oleh Sakharine yang mengincar 3 gulungan Unicorn, yang salah satunya sudah dimiliki oleh Tintin. Tidak disangka, ternyata kapten kapal itu, Haddock (Andy Serkis) juga ditawan oleh Sakharine. Haddock adalah cucu dari Sir Francis, dan ia ditawan untuk memecahkan teka-teki Unicorn. Dari situlah petualangan Tintin dan Haddock untuk memecahkan rahasia Unicorn dimulai.

Jujur saja, sebelumnya saya belum pernah membaca cerita Tintin ataupun menonton serial dan filmnya. Yang saya tahu hanyalah karakter Tintin dan Snowy (gak penting juga sih). First impression saya terhadap The Adventures of Tintin lightingnya sangat natural, dan animasinya sangat halus. Terlihat sangat realistis dengan teknologi motion capturenya, tapi tetap menonjolkan unsur animasi komputer layaknya animasi modern belakangan ini.

The Adventures of Tintin dikemas dengan sangat menarik, dipenuhi humor-humor yang mampu mengocok perut, dan juga cerita yang diramu sedemikian rupa sehingga durasi 107 menit berlalu begitu cepat. Scorenya pun mampu mengiringi adegan-adegan seru dengan sangat keren, membuat film menjadi lebih hidup dan nyata. Voice act yang dilakukan Jamie Bell dkk. juga menjadi nilai plus untuk film ini.

Akhir kata, The Adventures of Tintin adalah sebuah film animasi yang sangat seru, menakjubkan, dan sangat disayangkan apabila dilewatkan. Dengan direncanakannya The Adventures of Tintin: Prisoners of the Sun sebagai sekual di tahun 2013, franchise Tintin bisa menjadi salah satu franchise animasi tersukses di Hollywood. Can’t wait to see the sequel!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s