Transformers: Dark of the Moon (2011)

Today we take the battle to them!
– Optimus Prime.

Installment ketiga dari trilogi Transformers ini menyuguhkan cerita yang cukup menantang, di mana ternyata manusia bukanlah makhluk pertama yang mendarat di bulan. Setelah kekalahan Autobots di Cybertron, sisa Autobots terakhir, termasuk Sentinel Prime, melarikan diri dengan sebuah kapal yang memuat alat yang dapat memenangkan pertarungan Autobots melawan Decepticons, namun tertembak roket dan terhempas di bulan. Bahkan, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, 2 orang pertama yang berhasil mendarat di bulan menemukan kapal Sentinel Prime tersebut.

Sam Witwicky (Shia Labeouf) kini memiliki kekasih baru, yakni Carly Spencer (Rosie Huntington-Whiteley, yang memiliki seorang bos bernama Dylan (Patrick Dempsey).  Konflik dimulai saat terdapat informasi dari seorang Ukrania yang memberi informasi bahwa terdapat hal aneh di Chernobyl, Lennox beserta para Autobots menyelidiki hal yang sebenarnya terjadi. Salah satu Decepticons, Shockwave, muncul dengan robot cacing raksasanya dan menyerang Autobots serta para tentara NEST.

Setelah kejadian di Chernobyl, Optimus dan Ratchet pergi ke bulan untuk mengembalikan tubuh Sentinel Prime untuk dibangkitkan kembali dengan Matrix of Leadership di bumi. Setelah dibangkitkan kembali, Sentinel Prime menceritakan kejadian sebenarnya dan mengungkapkan bahwa terdapat ratusan  ‘pilar’ yang dapat membantu Autobot memenangkan pertarungan Cybertron.

Di lain tempat, rekan kerja Sam yang baru, Jerry Wang (Ken Jeong), memberikan berbagai informasi tentang rahasia dari sisi gelap bulan yang merujuk pada petunjuk bahwa Autobots Dan Decepticons mempunyai peranan dalam perang dingin AS-Rusia pada tahun 60-an.

Apa sebenarnya ‘pilar’ yang ditemukan bersama Sentinel Prime? Apa sebenarnya rahasia di balik sisi gelap bulan? Siapakah sebenarnya Shockwave dan apakah akan terjadi peperangan besar antara Autobots dan Decepticons di bumi?

Transformers: Dark of the Moon sebenarnya mempunyai premis cerita yang cukup baik, namun naskah yang ditulis kurang baik, sehingga membuat cerita menjadi bertele-tele dan pada akhirnya cukup membosankan, atau bahkan membingungkan.

3D yang ditampilkan juga kurang maksimal, padahal filmnya disyut dengan kamera 3D, dan di bawah arahan James Cameron. Sayangnya, untuk scene-scene tertentu, Michael Bay tidak dapat merekamnya dalam format 3D sehingga tidak memaksimalkan 3D yang ada.

Tidak munculnya Megan Fox di film ketiga ini juga sepertinya membuat Transformer: Dark of the Moon ‘ada yang kurang’. Ditambah lagi dengan akting Rosie Huntington-Whiteley yang cukup kaku. Namun, cerita yang cukup datar serta akting pemainnya yang biasa saja bisa ditutupi dengan aksi dan visual effects yang luar biasa memanjakan mata.

Overall, Transformers: Dark of the Moon dapat mengisi waktu luang Anda, apalagi setelah vakumnya film-film MPAA dari Indonesia. Happy watching!

P.S. : Jangan lupa melihat after credits scene yang cukup menghibur!

3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s