Captain America: The First Avenger (2011)

The serum amplifies the inner qualities of its taker, as well as their physical attributes. Good becomes great… bad becomes worse.
– Abraham Erskine.

Steve Rogers (Chris Evans) ingin sekali menjadi sukarelawan dalam Perang Dunia 2. Namun karena tinggai badan dan berbagai penyakit yang diidapnya, ia selalu ditolak oleh 5 tempat perekrutan prajurit, bahkan setelah 5 kali berganti nama! Harapan mulai muncul ketika Dr. Abraham Erskine datang dan menawari Rogers untuk mengikuti sebuah eksperimen rahasia. Untuk itu, Rogers yang cebol dimasukkan ke tentara Sekutu secara langsung.

Percobaan yang diberi nama Super Soldier Serum itu adalah percobaan untuk membuat manusia biasa menjadi super kuat, lincah, dan mempunyai metabolisme 4 kali manusia biasa. Dulu, Dr. Abraham Erskine pernah melakukannya pada pemimpin Hydra, Johann Schmidt (Hugo Weaving), namun percobaan itu tidak sempurna dan membuat kulitnya terkikis, serta meninggalkan tengkorak berwarna merah, menjadikannya sosok bernama Red Skull.

Red Skull mempunyai tujuan untuk menemukan Cosmic Cube, sebuah kubus dengan kekuatan ajaib, dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Saat ia berhasil mendapatkannya, ia dan Dr. Arnim Zola (Toby Jones) membuat sebuah senjata super, dan berniat untuk memenangkan perang dengan menghancurkan seluruh ibu kota negara di dunia, termasuk Berlin, dan membentuk pasukan super.

Rogers, yang kini dikenal masyarakat sebagai Captain America, ternyata hanyalah sebuah badut pertunjukan. Ia hanya ditugaskan untuk menggugah jiwa masyarakat untuk membantu Sekutu dalam PD2. Namun setelah tahu bahwa Divisi 107, divisi Bucky Barnes (Sebastian Stan), temannya diserang oleh Nazi dan hanya sedikit yang kembali, ia bertekad untuk menyelamatkan Divisi 107, dan Captain America berjuang untuk menghentikan Red Skull dengan bantuan teknologi dari Howard Stark (Dominic Cooper), dan didukung oleh Agen Peggy Carter (Hayley Atwell).

Fiuh, selesai juga single terakhir dari Marver Studios yang karakternya akan muncul di The Avengers (2012). Mulai dari The Incredible Hulk (walaupun Edward Norton digantikan oleh Mark Ruffalo), Iron Man, Thor, dan Captain America. Saya sendiri merasa Captain America sedikit terasa kurang digarap dengan maksimal, jika dibandingkan dengan story dari Iron Man, maupun The Incredible Hulk.

Akting Chris Evans, dkk. bisa dibilang cukup baik, namun kurang didukung dengan cerita yang dalam. Layaknya summer movies kebanyakan, Captain America memiliki storyline yang membosankan, dan petualangan Cap selama 124 menit tidak dapat dinikmati secara utuh oleh saya.

Hal yang patut diacungi jempol adalah CGI yang dapat membuat badan Chris Evans yang tinggi besar menjadi kurus kerempeng, dan pendek. Action yang ditampilkan juga dapat memanjakan mata, terutama apabila Anda adalah penikmat ledakan di sana-sini. Sayangnya juga, menurut saya tidak ada poster film ini yang bisa membuat mata saya tertarik untuk menonton film ini.

Akhir kata, Captain America: The First Avenger adalah film yang dapat Anda nikmati jika ada waktu luang. Namun, jangan berharap ada cerita yang kompleks dan bisa membuat Anda terkagum-kagum. Jika Anda adalah penggemar komik Captain America, tidak ada salahnya menyaksikan yang satu ini.

P.S. : Jangan lewatkan post-credits scene, serta trailer dari The Avengers!

3/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s