The Fighter (2010)

I’m the one who’s fighting. Not you, not you, and not you.
-Micky Ward.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang masa-masa sulit petinju profesional Dickie Eklund (Christian Bale) yang memasuki umur 40an dan berhadapan dengan dunia narkoba, serta adiknya, Micky Ward (Mark Wahlberg) yang juga seorang petinju. Dickie Eklund dulunya adalah petinju asal Lowell yang dipuja-puja banyak orang, terutama setelah berhasil mengalahkan Sugar Ray Leonard dengan KO.

Masalah berawal setelah Micky kalah dengan petinju yang tidak seharusnya menjadi lawannya, dan keluarganya tidak ada yang mengerti perasaan dia, apalagi ia telah berjanji untuk menang pada anaknya, serta kekasih barunya, Charlene (Amy Adams).

Sayang, Dickie yang seharusnya bisa menyemangati Micky agar dapat berjuang kembali di dunia tinju, malah ditangkap polisi karena penipuan. DI lain sisi, Charlene terus bertikai dengan keluarga Micky karena berbeda pandangan. Karena itu, perjuangan Micky Ward menjadi seorang juara dunia menjadi semakin berat dengan banyaknya rintangan baik fisik maupun psikologis yang harus ia hadapi, baik dari keluarga, maupun orang-orang di sekitarnya.

Salah satu nominasi ‘Best Picture’ di Academy Awards 2011 ini memang tidak perlu lagi diragukan kualitasnya. Screenplay yang ditulis, akting dari para pemain, sampai sinematografi yang sangat apik ditunjukkan tidak hanya saat scene pertandingan tinjua, tapi juga adegan-adegan lainnya.

Sejauh yang saya tangkap, Christian Bale sangat menjiwai perannya sebagai Dickie, apalagi setelah melihat Dickie yang asli. Tak ragu lagi, ia memang sangat layak dinobatkan sebagai Best Supporting Actor di Academy Award 2011. Totalitas peran juga ditunjukkan dengan sangat profesional. Christian Bale nampak sangat kurus dan ‘peyot’ demi peran yang satu ini. Mark Wahlberg juga berakting dengan sangat baik, begitu juga dengan Amy Adams.

Arahan sang sutradara, David O. Russell juga sangat apik, terasa dari durasi 116 menit yang tidak terasa terlalu lama. Apalagi jika melihat dari jejak karir film-film biografi lainnya, yang digarap dengan baik, namun tidak berkesan mendalam di hati penikmatnya.

Yang unik lagi, film ini tidak hanya berfokus pada pertandingan-pertandingan tinju yang dilakoni oleh sang karakter utama, tetapi juga konflik-konflik internal, serta beban pikiran yang dihadapi oleh Micy Ward itu sendiri.

The Fighter adalah film yang sangat baik, dan direkomendasikan secara utuh kepada Anda penikmat film biografi, ataupun film-film tentang olahraga tinju. Digarap dengan sangat baik, dan sangat layak masuk nominasi Best Picture. Sebuah karya yang patut dinikmati, meskipun Anda bukanlah penikmat film-film tinju.

4/5

2 thoughts on “The Fighter (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s