V for Vendetta (2006)

Remember, remember the 5th of November. The gunpowder, treason, and plot. I know of no reason why the gunpowder treason should ever be forgot.
-V.

V (Hugo Weaving). Hanya itu identitas yang diketahui oleh polisi Inggris, tidak banyak informasi yang diketahui tentangnya. Hanya saja, ia berhasil meledakkan The Old Bailey pada tanggal 5 November. Kenapa 5 November? Ia terinspirasi Guy Fawkes yang berusaha meledakkan The House of Parliament, sebuah aksi untuk melawan pemerintah waktu itu. Tahun 2020, V berusaha untuk meledakkan The House of Parliament, sebuah aksi revolusi sebagai reaksinya terhadap pemerintahan yang totaliter.

Suatu malam, ketika Evey Hammond (Natalie Portman) hendak keluar pada jam malam, dan dihadang oleh beberapa anggota polisi. Merasa terancam, Eveypun berteriak untuk meminta pertolongan. Beruntung, datang V untuk menolong Evey dan menghajar para polisi tersebut. V mengajak Evey untuk menaiki sebuah atap gedung, dan melihat The Old Bailey diledakkan pada tanggal  5 November.

Setelah diselidiki, ternyata V mempunyai rencana untuk meledakkan The House of Parliament, sebagai reaksinya terhadap ketotaliter pemerintah yang dipimpin oleh Sutler (John Hurt). V ternyata bukanlah seorang aktivis revolusi biasa yang menentang pemerintah, melainkan orang luar biasa, yang memiliki masa lalu kelam, serta hal-hal tak terduga lainnya.

V for Vendetta adalah sebuah film tentang revolusi yang spektakuler, di mana ide yang direncanakan oleh V sangat keren. Twist yang disuguhkan juga mampu membuat saya tertegun selama beberapa saat. Film perdana arahan James McTeigue ini adalah film yang sangat baik sebagai debutnya sebagai sutradara layar lebar, ditambah akting Natalie Portman serta Hugo Weaving yang apik, membuat film ini semakin hidup.

Plot yang seru juga dihadirkan dalam film ini. Namun sayang, saya merasa alur cukup lambat terjadi di 20 menit awal, membuat saya cukup bosan menontonnya. Tapi untungnya, naskah yang baik – ditulis oleh duo Wachowski, ditambah quote-quote keren membuat film ini semakin menarik untuk diikuti. Kerennya lagi, McTeigue dan Wachowski brothers dapat membuat film perjuangan yang berbeda dari film-film perjuangan lainnya.

Sayang, saya memberikan ekpektasi yang terlalu tinggi pada film ini, membuat rasa kecewa yang cukup membebani perasaan, sehingga pada akhir film ini, saya merasa kurang puas dan seperti ada yang mengganjal. Tapi, kostum dari V menurut saya sangatlah keren, apalagi topeng Guy Fawkesnya, yang menambah nilai lebih di film ini.

V for Vendetta adalah film tentang revolusi yang spektakuler, dan tidak boleh dilewatkan, dengan akting dan naskah yang berkualitas. Untuk mendapat suasana yang maksimal, tonton pada tanggal 5 November!

4/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s