The Raid (2011)

Tama: “Selamat bersenang-senang.”

20 polisi, 30 lantai, 1 mimpi buruk, itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan The Raid aka The Raid: Redemption (US Release) aka Serbuan Maut. Rama (Iko Uwais) adalah seorang anggota SWAT yang harus menjadlani misi bersama timnya untuk menyerbu “kerajaan” milik Tama (Ray Sahetapy), seorang penjahat kelas kakap pemilik apartemen untuk penjahat lainnya yang tak pernah tersentuh oleh polisi sekalipun.

Dipimpin oleh Letnan Wahyu (Pierre Gruno) dan Sersan Jaka (Joe Taslim), misi ini menjadi sebuah misi bunuh diri setelah keberadaan mereka diketahui oleh ‘penghuni’ apartemen tersebut dan satu-persatu menjadi buruan Tama. Dengan banyak anak buah dan dua tangan kanan Tama, yakni Mad Dog (Yayan Ruhian) dan Andi (Donny Alamsyah), ke 20 polisi itu harus melakukan segala cara untuk bertahan dan mencari jalan keluar.

Film arahan Gareth Huw Evans (Merantau) ini memang tengah menjadi hype di kalangan penikmat film di seluruh dunia. Setelah memenangi Cadillac People’s Choice Award di Midnight Madness Toronto International Film Festival 2011, The Best Film – Dublin Film Critics 2012 & Audience Awards 2012 di Dublin International Film Festival, serta score untuk US release yang digarap oleh Mike Shinoda dan Joe Trapanese.

Begitu banyak kesan yang muncul setelah menonton The Raid, apalagi dengan tingginya ekspektasi saya sebelum menonton karena banyaknya pujian dari berbagai reviewer mancanegara dan penghargaan yang diterima oleh The Raid (tidak termasuk review dari reviewer kawakan Roger Ebert, yang hanya memberikan 1 dari skala 1-4 bintang miliknya :b ). Hasilnya? Fantastik! Sepanjang 101 menit film ini, sangat sulit bagi saya untuk berkedip di tengah-tengah setiap aksi yang memukau dan membuat penonton menahan napas.

Akting yang menawan dari Donny Alamsyah serta Ray Sahetapy patut diacungi jempol, sementara pemain lainnya tidak menunjukkan akting yang begitu menonjol, terutama para aktor-aktor sampingan yang terlihat kurang memiliki pengalaman dalam berakting (khususnya polisi di mobil yang terlihat sangat kaku).

Score yang dibuat dengan sangat apik oleh Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi juga sangat membuat The Raid menjadi lebih hidup, terutama pada scene-scene yang membuat penonton berhenti bersandar dari kursinya dan mulai menahan napas secara tidak sadar. Set yang dirancang khusus untuk film ini juga sangat keren: gelap, kotor, dan sempit, membuat saya mengalami claustrophobia sesaat selama menonton The Raid.

Aksi silat yang sangat indah juga menjadi poin plus penting dari film ini.  Koreografi silat yang dirancang sedemikian rupa oleh Yayan Ruhian dan Iko Uwais benar-benar menjadi sajian yang sangat memanjakan mata dan menjadi kekhasan tersendiri, lepas dari gunfight yang terjadi di awal film.

Satu-satunya hal yang disayangkan dari film ini adalah dialognya. Bukan mau membahas dialog yang kurang banyak, tapi pemilihan kata-kata yang dirasa kurang tepat untuk sebuah film yang penuh dengan gore dan profanity. Salah satu contohnya adalah ucapan salah seorang sniper kepada temannya, “aku ambil yang kiri, kamu yang kanan”, dan juga ucapan seorang polisi kepada temannya yang kurang lebih berbunyi “aku penggemar sepak bola lho”. Alangkah lebih baik apabila kata-kata yang dipakai tidak terlalu baku, karena dialog yang terlalu baku malah tidak sesuai dengan tema film yang ‘kasar’ dan penuh dengan kekerasan.

The Raid sendiri menjadi sebuah milestone dalam perfilman Indonesia, dan dalam film action dunia. Dengan dirilisnya The Raid secara worldwide serempak pada 23 Maret 2012, The Raid bisa menjadi tolak ukur tersendiri untuk para sineas Indonesia. Dialog panjang tidak penting bagi sebuah film full action macam The Raid, cause I came and expect to see some action in an action film, not some cheap dialogue in an action film. Maju terus perfilman Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s