Iron Man (2008)

Tony Stark: “I am Iron Man.”

Playboy, bilyuner, terjebak di Afghanistan dan menjadi tawanan. Tony Stark (Robert Downey Jr.), pemilik dari Stark Industries, pembuat senjata tersukses di dunia harus mengalami masa yang buruk saat harus diculik organisasi bernama The Ten Rings untuk membuat misil Jericho, senjata Stark Industries tercanggih yang pernah ada. Di dalam gua di mana ia diculik, Stark mendapati dirinya telah dipasangi sebuah alat yang akan membantu menjauhkan puing-puing bekas ledakan dari pembuluh darahnya. Di sana, ia bertemu dengan Yinsen (Shaun Toub), seorang ilmuwan yang membantunya membuat misil Jericho. Tetapi Tony mempunyai ide lain, ia membuat sebuah reaktor kecil yang dapat menghasilkan tenaga besar dan menggerakkan sebuah kostum yang akan membawanya keluar dari tempat penculikannya, yang nantinya akan kenal sebagai Mark I.

Setelah berhasil kabur, Tony disambut oleh Kol. Rhodes (Terrence Howard), Pepper Potts (Gwyneth Paltrow), serta Obadiah Stane (Jeff Bridges), rekan ayahnya. Dengan teknologi super canggih dan reaktor buatannya, Tony mengubah dirinya sebagai Iron Man, seorang superhero yang berencana memusnahkan seluruh senjata ciptaannya demi melindungi manusia.

Iron man bisa dibilang mempunyai ‘gebrakan’ baru dalam dunia perfilman superhero, karena Iron Man adalah film pertama yang dibuat seutuhnya oleh Marvel Studios dan mempunyai rencana jangka panjang untuk menyatukan superhero-superheronya dalam The Avengers (2012). Ditambah lagi dengan post credits scene yang menghubungkan antara film produksi Marvel satu dengan yang lainnya.

Cerita dibangun dengan baik oleh Jon Favreau, dimulai dari awal mula terciptanya kostum Iron Man, sampai dengan kisah Iron Man membasmi para penjahat, klimaks yang diberikan sesuai dengan durasi yang cukup panjang, yakni 126 menit, tepat sasaran dan tidak banyak basa-basi.

Robert Downey Jr. juga dapat berperan sebagai seorang playboy yang haus akan wanita, genit, dan flamboyan, apalagi ditambah dengan wajah yang mendukung (haha). Aktor-aktris lainnya tidak begitu menonjol, dan cenderung biasa saja dalam mendalami karakternya.

Score yang digarap oleh Ramin Djawadi juga terasa sangat pas dengan adegan-adegan yang spektakuler, menjadi sebuah nilai tambah lagi bagi Iron Man. Singkat kata, Iron Man memberikan pengalaman berbeda bila dibandingkan dengan film-film superhero yang sudah ada. Walaupun sedikit cheesy, Iron Man menjadi tontonan wajib bagi pecinta comic book superhero. Enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s