Star Trek (2009)

Star Trek (2009)Spock: “Live long and prosper.”

Setelah hiatus selama 7 tahun sejak film layar lebar Star Trek terakhir, yakni Star Trek Nemesis, seluruh Trekkies di dunia akhirnya bisa menikmati lagi karakter-karakter favorit mereka di layar lebar. Mengisahkan awal karir James T. Kirk (Chris Pine) sebagai anggota dari USS Enterprise, meneruskan kehebatan ayahnya, George Kirk (Chris Hemsworth) yang telah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan awak USS Kelvin dari serangan Nero (Eric Bana) yang datang dari masa depan yang ingin menghancurkan seluruh planet yang tergabung dalam United Federation of Planets karena Spock (Zachary Quinto/ Leonard Nimoy) tidak berhasil menyelamatkan planetnya dari kehancuran.

Tergabung dalam tim inti USS Enterprise (kayak tim bola aja -_-), adalah Kirk, Spock, Uhura (Zoe Saldana), Sulu (John Cho), McCoy (Karl Urban), Chekov (Anton Yelchin), dan Scott (Simon Pegg). Pike (Bruce Greenwood) yang menjabat kapten pesawat pada saat itu ditawan oleh Nero dkk. agar Nero dapat menembus pertahanan bumi yang menjadi sasaran selanjutnya. Misi ini akan menjadi misi awal Kirk dalam meniti karirnya sebagai seorang space cadet.

Star Trek (2)

Bersetting dalam alternate timeline dari serial Star Trek dan film-film Star Trek lain, Star Trek langsung dicintai banyak Trekkies dan fans casual di seluruh dunia, termasuk saya sendiri. Cerita yang ringan dan penyelipan komedi yang pas membuat Star Trek sangat nikmat untuk dinikmati. Bahkan, durasi 127 menit terasa kurang bagi saya pribadi. Scoring yang ajib juga membuat suasana menjadi suspenseful dan membuat saya menahan napas sejenak.

Ada satu hal yang mengganggu saya di film arahan J.J. Abrams ini, yakni signaturenya saat membuat film, yakni efek lens flare yang berulang kali dipakainya di sepanjang film, yang cenderung terkesan dipaksakan untuk ditampilkan di film. Di samping itu, Abrams berhasil memvisualisasikan kemegahan USS Enterprise serta bumi dan planet lainnya di masa depan.

Akting yang asyik juga ditampilkan oleh seluruh cast yang ada, terutama Zachary Quinto yang berhasil menjadi Spock yang dingin dan ketus plus jenius, juga Chris Pine yang berperan sebagai Kirk yang mempunyai jiwa leadership tinggi namun sering berlaku semau dia sendiri. Make up yang dipakaikan pada Eric Bana juga membuat saya pangling bahwa itu adalah dirinya.

Sebuah perjalanan yang menakjubkan, seru, dan membuat ketagihan menjadikan Star Trek salah satu film favorit saya. Walau sempat tidak tertarik karena terlihat terlalu sci-fi, tapi Abrams berhasil menunjukkan bahwa Star Trek universe masih dapat dieksplorasi untuk dibuat lagi film-filmnya. Angkat topi, deh buat om Abrams. *Vulcan hand salute*

5 star

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s