The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001)

fellowship 1

Galadriel: “The one ring to rule them all.”

47 tahun setelah novel pertamanya dirilis, akhirnya trilogi novel The Lord of the Rings karya J.R.R Tolkien diangkat ke layar lebar yang dimulai dengan The Fellowship of the Ring pada tahun 2001. Meskipun pada tahun 1978 kisah Frodo dkk. ini pernah rilis dengan bentuk animasi, The Fellowship of the Ring adalah film live action pertama untuk trilogi The Lord of the Rings.

Bersetting di Middle Earth, Frodo Baggins (Elijah Wood) dipercaya untuk membawa The Ring, sebuah cincin yang dibuat oleh Sauron (Sala Baker) untuk mengendalikan cincin-cincin lainnya yang telah ada sebelumnya, ke Mordor, satu-satunya tempat di mana cincin itu dapat dihancurkan. The Ring diberikan oleh Bilbo Baggins (Ian Holm), yang tidak lain adalah pamannya yang menemukannya dari genggaman Gollum (Andy Serkis).

Bersama dengan Samwise Gamgee (Sean Astin), Merry (Dominic Monaghan) dan Pippin (Billy Boyd), Frodo memulai petualangan mereka untuk membawa The Ring ke Mordor. Namun, para Ringwraiths suruhan Sauron menghadangnya dan melakukan segala cara agar Frodo tidak dapat tiba di Mordor. Terlebih lagi ada Saruman (Christopher Lee), seorang penyihir yang telah dikuasai oleh Sauron untuk berada di pihaknya. Ditemani dengan Gandalf (Ian McKellen), Aragorn (Viggo Mortensen), Boromir (Sean Bean), Gimli (John Rhys-Davies), Legolas (Orlando Bloom), dan ketiga teman Hobbitnya, dibentuklah Fellowship of the Ring di Rivendell untuk membantu Frodo memulai sebuah perjalanan panjang yang akan mengubah hidupnya dan melawan kekuatan jahat yang ada di The Ring.
fellowship 2

Busyet, panjang banget filmnya, 228 menit untuk yang versi extended. Tapi semua itu terbayar dengan kemegahan Middle Earth ala Peter Jackson, dan pemandangan menakjubkan New Zealand yang menjadi lokasi syuting film berbudget $93.000.000 ini. Kejeniusan J.R.R Tolkien dalam menciptakan bahasa baru juga berperan penting dalam film ini, yakni bahasa para Elf yang membedakannya dari bahasa manusia biasa.

Teknik pengambilan gambar yang dilakukan Peter Jackson juga sangat kreatif. Untuk membuat para Hobbit seakan sangat pendek dibandingkan dengan karakter lain (terutama Gandalf), sang sutradara melakukan teknik yang disebut ‘forced perspective’, yakni menaruh para Hobbit di belakang karakter lain dan menipu mata penonton agar para Hobbit terlihat mungil tanpa menggunakan CGI.

Banyaknya jenis ras dalam dunia ciptaan Tolkien juga mengagumkan, tiap ras memiliki karakternya masing-masing yang membedakannya dengan ras lain. Hobbit pendek dan kakinya berbulu, Dwarf agak pendek; berjenggot dan mudah emosi, Elf bijak dan abadi, dan lainnya.

Jejeran aktor dan aktris ternama seperti Hugo Weaving, Liv Tyler, Ian McKellen, Christopher Lee, dan juga Cate Blanchett juga turut memeriahkan film ini. Akting yang mereka lakukan juga tidak kalah menakjubkannya dengan cerita dan scoring yang apik.

Dengan menyabet 4 piala Oscar, The Fellowship of the Ring adalah pembuka yang gahar bagi trilogi The Lord of the Rings milik Peter Jackson. Make up fantastik, scene-scene yang memorable banget, dan Middle Earth yang cakep banget membuat film ini film wajib tonton. Namun sayang, masih belum epic enough buat saya mengagumi karya om brewok ini. Tapi tetep keren kok om. *nyengir*

4 hearts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s