The Lord of the Rings: The Two Towers (2002)

the two towers 2

Gandalf: “All our hopes now lie with two little hobbits, somewhere in the wilderness.”

Kisah heroik Frodo dan Fellowship of the Ring kembali dalam The Lord of the Rings: The Two Towers. Bersetting tepat setelah The Fellowship of the Ring, Frodo (Elijah Wood) dan Sam (Sean Astin) melanjutkan perjalanan mereka menuju Mordor, ditemani oleh Gollum (Andy Serkis). Sementara itu, Gimli (John Rhys-Davies), Legolas (Orlando Bloom), dan Aragorn (Viggo Mortensen) bertemu kembali dengan Gandalf yang berhasil lolos dari maut saat berada di Moria, berusaha menyelamatkan Merry (Dominic Monaghan) dan Pippin (Billy Boyd) yang diculik oleh para Orcs.

Saruman (Christopher Lee) kini mengumpulkan pasukan Orcsnya dan menyatukan The Two Towers, yakni menara Orthanc and Barad-dûr, menara milik Sauron. Petualangan mereka kembali berlanjut dalam film kedua dari trilogi The Lord of the Rings milik Peter Jackson ini.

the two towers 1

I have to say this one more time: Buset, panjang banget filmnya, 235 menit untuk yang versi extended. Middle Earth masih tetap megah seperti film pendahulunya, dan yang keren adalah epic battle antara Orcs dan Rohan, serta Orcs dan Ents. Sayangnya, alur terasa sangat lambat bagi saya saat memasuki menit ke 90-an, tentang Theoden dan keluarganya, juga kisah Faramir yang hendak memberikan The Ring kepada ayahnya.

Akting para pemain di film ini juga terasa lebih menjiwai lagi, padahal syuting ketiga filmnya dilakukan serempak, terutama Andy Serkis yang berperan sebagai Gollum dengan teknologi motion capture. Viggo Mortensen yang melakoni peran Aragorn juga lebih sangar lagi, dan John Rhys-Davies yang mengisi suara Treebeard terdengar seperti suara Optimus Prime. Elijah Wood juga berhasil memainkan ekspresi seorang Hobbit yang makin lama makin tersedot oleh The Ring yang menyeretnya ke kegelapan. Sean Astin juga berperan hebat sebagai partner Frodo yang setia menemaninya kapan saja.

Satu hal yang patut diacungi banyak jempol adalah klimaks pertarungan antara manusia dan Elf melawan para Orcs di Helm’s Deep. Permainan emosi dilakukan dengan sangat baik di mana para manusia dan Elf mencoba untuk mempertahankan posisi saat diserang oleh pasukan Saruman dari Isengard. Kolosalnya pertarungan juga membuat merinding dengan banyaknya pasukan Orc walaupun sebagian besar hanyalah rekaan komputer.

Walaupun hanya menyabet 2 Academy Awards, tapi The Two Towers telah menempati satu posisi sendiri di hati saya sebagaii film dengan salah satu adegan pertarungan terkeren yang pernah saya tonton. 2 film sudah ditonton, saatnya saya kembali ke Middle Earth lagi untuk penutup trilogi LOTR, yakni The Return of the King. *pantengin tv*

4 hearts

One thought on “The Lord of the Rings: The Two Towers (2002)

  1. well, mungkin emang Two Towers yg paling lemah dari trilogy, bukan salah Jackson juga sih, lha wonk emang “penghubung cerita”…
    tapi battle Helm-Deep nya emang luar biasa banget…
    and pasti disinilah kita ketemu Smeagol🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s