Apartment 143 (2011)

emergo 1

Dr. Helzer: “I can assure you there’s nothing supernatural in the universe, Mr. White.”

Sebuah mockumentary lain lagi dari Spanyol. Apartment 143 atau Emergo (judul asli) menceritakan 3 orang yang bekerja sebagai penginvestigasi hal-hal tidak biasa yang terjadi di masyarakat, Paul (Rick Gonzalez), Ellen (Fiona Glascott), dan Dr. Helzer (Michael O’Keefe). Enggan untuk menyebutnya sebagai fenomena gaib, mereka menganggapnya sebagai suatu bentuk ketidaknormalan kondisi jiwa seseorang yang menganggap adanya fenomena gaib di sekitar mereka.

Klien mereka kali ini adalah Alan White (Kai Lennox), seorang duda yang ditinggal mati istrinya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Ia tinggal bersama anaknya, Benny (Damian Roman), dan Caitlin (Gia Mantegna) yang tidak memiliki hubungan yang baik dengannya karena ia menyalahkan Alan atas kematian ibunya. Mereka mengalami kejadian-kejadian aneh semenjak pindah ke apartemen yang baru, tapi juga sempat dialami saat di tempat tinggal lama mereka. Apakah kejadian ini hanya hasil dari masalah psikologis yang dialami keluarga White? Ataukah kejadian ini merupakan kejadian supranatural?

emergo 2

“Apa lu liat liat?”

Tak seperti mockumentary lain, Apartment 143 tidak memberikan pendahuluan cerita yang cukup baik, sehingga terasa ada sesuatu yang kurang saat menonton film ini. Meski ngasih adegan ‘penampakan’ sejak awal-awal film, tapi pengembangan cerita yang menurut saya gak bagus tetep gak banyak membantu kekurangan pada film ini. Tempo terasa sangat lambat dan membuat film menjadi teramat datar.

Tidak adanya chemistry yang berarti antar tokohnya, terutama antara Kai Lennox dan Gia Mantegna menjadikan film ini terasa alot, begitu juga halnya dengan trio pengusir setan. Film ini juga ceritanya dibiarkan menggantung begitu saja. Bukannya menganggap film yang ceritanya menggantung itu jelek, tapi karena pengembangan cerita yang kurang baik, cerita yang menggantung ini ujungnya malah jadi kentang (kena tanggung).

Layaknya film horor mockumentary lain, film ini bertumpu pada adegan penampakan yang dibarengi dengan musik yang menegangkan. Tapi apa gunanya cuma memamerkan adegan horor tanpa cerita yang mumpuni? Mendingan masuk rumah hantu deh *siul*

2 hearts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s