Les Misérables (2012)

Les Misérables 2

Jean Valjean: “To love another person is to see the face of God.”

Les Misérables mengisahkan perjalanan hidup Jean Valjean (Hugh Jackman), seorang narapidana yang dipenjara selama 19 tahun setelah mencuri sepotong roti untuk anak saudarinya yang kelaparan. Setelah keluar dari penjara, ia mencoba untuk memulai hidup yang baru dengan cara membuang surat-suratnya dan menjadi seseorang yang baru. Lalu ada Javert (Russell Crowe), polisi yang memburu Valjean ke manapun ia pergi, bahkan ketika 8 tahun kemudian Valjean sudah menjadi seorang walikota, Javert tetap memburu Valjean.

Suatu ketika, Fantine (Anne Hathaway) yang bekerja di pabrik milik Valjean, dipecat, dan akhirnya menjual dirinya di saat ia harus mengirimkan uang ke anaknya, Cosette (Isabelle Allen) yang tinggal bersama Madame dan Monsieur Thernadier (Helena Bonham Carter dan Sacha Baron Cohen). Saat bersitegang dengan pelanggannya yang kasar, Fantine ditangkap Javert, namun diinterupsi oleh Valjean dan Fantine dibawa ke rumah sakit. Sebelum ajalnya tiba, Valjean berjanji untuk merawat Cosette layaknya anaknya sendiri.

9 tahun setelah Cosette diasuh oleh Valjean, sekelompok pemuda yang di antaranya adalah Enjolras (Aaron Tveit), Marius (Eddie Redmayne), dan Gavroche (Daniel Huttlestone), yang berniat untuk memulai revolusi Perancis untuk menyetarakan kedudukan antara kaum borjuis dan proletar. Marius yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Cosette (Amanda Seyfried), terlibat cinta segitiga dengan Éponine (Samantha Barks). Kisah Valjean di Perancis abad ke 19 disajikan dengan megah dan membuat bulu kuduk merinding.

Les Misérables 1

akh Éponine ♥

Ya, membuat bulu kuduk merinding. Lagu-lagu ciptaan Alain Boublil and Claude-Michel Schönberg yang mendunia itu masih terngiang-ngiang di dalam pikiran saya setelah keluar dari gedung bioskop. Cerita yang diadaptasi dari novel berjudul serupa karya Victor Hugo juga saling menguatkan satu sama lain. Jika sebelumnya ada Les Misérables pada tahun 1998 tapi tidak mengusung genre musikal, maka film arahan Tom Hooper ini berani untuk mengangkat sisi musikal Les Misérables ke layar lebar.

Detail, itulah hal yang saya suka dari film ini. Kuku para orang jalanan yang kotor, gigi yang tidak terawat, serta rambut-tambut yang kusut dari para aktornya menjadi suatu poin plus bagi Les Misérables. Perancis pada abad 19 juga digambarkan dengan sangat indah, setiap arsitekturnya dan pakaian para pemain juga bagus banget. Sayangnya, seperti yang diutarakan banyak orang, saya secara pribadi rada kurang ‘sreg’ dengan seragam Javert berwarna biru terang yang tidak memberi kesan sangar pada dirinya.

Totalitas para pemainnya yang rela mengubah bentuk fisik mereka agar sesuai dengan peran mereka masing-masing juga patut diapresiasi, terutama Hugh Jackman serta Anne Hathaway yang memerankan Fantine dengan sangat keren. Profesionalitas para pemain juga diuji karena mereka harus merekam suara mereka secara langsung bersamaan dengan pengambilan gambar, apalagi banyak scene-scene yang merupakan long cut scene, sehingga mau tak mau setiap pemain yang terlibat harus melakukannya dengan serius. Sayangnya, Amanda Seyfried yang terpilih menjadi Cosette dewasa terasa kurang cocok oleh saya, karena Cosette dewasa yang umurnya 23 tahun terlihat ketuaan saat diperankan oleh dirinya. Saya sendiri lebih enjoy dengan performance dari Samantha Barks, yang mencuri perhatian saya selama film ini berlangsung ehehe.

Dinominasikan dalam 8 kategori Academy Awards terutama dalam Best Picture, Best Leading Actor, dan Best Supporting Actress membuat Les Misérables tidak boleh dipandang sebelah mata. Saya sendiri yang biasanya paling ‘anti’ dengan film-film musikal, seperti terhipnotis selama 158 menit film ini berlangsung. Merinding, menggigil, menahan napas (ternyata gara-gara ACnya terlalu dingin #eh). Pokoknya Les Misérables juara banget, walaupun banyak kritikus yang gak suka sama film ini. Dapatkah Tom Hooper mengulang kesuksesan dengan membawa filmnya memenangi Best Picture di ajang Academy Awards seperti tahun 2011 lalu? Let’s see! *nyanyi Castle on a Cloud*

5 hearts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s