Saw (2004)

saw

Dr. Lawrence Gordon: “He doesn’t want us to cut through our chains. He wants us to cut through our feet!”

2 orang terbangun dan terjebak dalam sebuah kamar mandi tua. Adam (Leigh Whannell), dan dr. Lawrence Gordon (Cary Elwes), tidak tahu apa yang terjadi sehingga mereka dapat berada di tempat tersebut. Hanya ada sesosok mayat dan 2 kaset beserta pemutarnya yang menegaskan bahwa mereka berada dalam sebuah permainan antara hidup dan mati. Setelah dirunut-runut, ternyata mereka berdua adalah korban permainan dari seseorang yang dikenal sebagai Jigsaw killer, di mana ia akan ‘menghukum’ orang-orang yang tidak menghargai hidupnya dan akan dihadapkan pada situasi menegangkan ini.

Mereka berdua bukanlah korban pertama Jigsaw. Ada beberapa orang lain yang telah menjadi korban Jigsaw yang dianggapnya tidak menjalani hidup dengan baik. Adam dan Gordon harus menjalani serangkaian aturan yang dibuat Jigsaw untuk tetap hidup, dan memenangkan permainan mematikan ini. Is your life worth living?

saw 2

Hello.. I want to play a game.

Saw adalah debut penyutradaraan Hollywood bagi James Wan. Sutradara asal Kuching, Malaysia ini mengangkat film pendeknya yang berjudul sama ke layar lebar bersama Leigh Whannell, yang tidak lain adalah aktor utama dalam film ini. Psychological thriller yang kelak franchisenya menjadi hits dan digemari para pecinta gore ini menonjolkan unsur cerita dan emosi dari Adam – Gordon ketimbang unsur darah seperti seri-seri selanjutnya.

Walau udah pernah nonton Saw sebelumnya dan tau garis besar cerita dan twistnya yang kelas kakap, tapi harus diakui kolaborasi James Wan – Leigh Whannell ini memang jempolan dari segi cerita. Penonton bisa dibuat teriak “Bangsat! Ternyata bla bla bla” gara-gara mereka berdua. Bukan twist yang cheesy dan gampang ketebak sih kalo menurut gw.

Akting dari pemainnya bisa dibilang standar-standar aja, terutama si Whannell yang rada kaku. Tapi Cari Elwes aktingnya keren menjelang akhir film. Tone film yang disajikan juga dirasa cocok dengan suasana hati para pemain yang kakinya dirantai di pipa. Satu hal yang patut dikasih jempol juga adalah sosok Billy the Puppet yang ikonik sekaligus nyeremin.

Sempat dikasih rating NC-17 oleh MPAA, Saw emang gory dan penuh darah, tapi fondasi utama film ini bukan di darah yang diekspos. Pengembangan cerita yang bagus dari awal sampai akhirlah yang menjadikan film ini salah satu pengaruh besar terhadap film-film sejenis. Salut deh buat James Wan, bisa bikin film gore kayak gini dengan cerdas dan ga cuma ekspos darah dan violencenya.

4 hearts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s