Swing Girls (スウィングガールズ) (2004)


swing girls 2

Yuta Nakamura: “Um, there are no guitars or basses in a brass band.”

Liburan musim panas memang paling asik diisi dengan liburan bersama teman atau keluarga, apalagi setelah menjalani kegiatan sekolah yang padat. Tapi kenyataan emang pahit. Sejumlah anak sekolah yang mengikuti kelas tambahan matematika di sekolahnya harus berjuang menjadi pengganti grup marching band sekolah mereka karena kasus keracunan makanan. Namun ketika mereka sudah merasa siap untuk menggantikan marching band yang sakit, anggota-anggota marching band sekolah mereka malah muncul di saat-saat terakhir dalam kondisi sehat sentosa dan tidak jadi digantikan.

Dari sekian banyak anggota marching band dadakan, ada Tomoko (Juri Ueno), Yoshie (Shihori Kanjiya), Sekiguchi (Yuika Motokariya), dan Tanaka (Yukari Toyoshima) yang memang ingin lebih mendalami dunia musik walaupun tidak ada pengalaman sebelumnya. DImulai dengan membeli alat musik bekas, mereka belajar bersama Nakamura (Yûta Hiraoka), seorang anggota marching band yang tidak ahli di posisinya sebagai pemain simbal, tapi memiliki kemampuan lebih dalam bermain piano. Mereka memulai suatu grup musik jazz bernama Swing Girls and a Boy yang menjadi salah satu grup musik yang mendapat banyak perhatian dari orang-orang.

swing girls 1

rame-rame jadi tukang parkir bis.

Swing Girls adalah sebuah film ringan yang mampu mengundang gelak tawa karena komedi slapsticknya yang ditempatkan dengan pas dan tidak berlebihan. Gw sendiri jarang melihat film Jepang yang gak menyisipkan unsur fantasi di dalamnya, atau film yang bertemakan kehidupan nyata tapi di luar kisah cinta-cintaan anak muda. Shinobu Yaguchi selaku sang sutradara bisa mengemas Swing Girls sebagai suatu film simpel tapi mengena di hati sekaligus menghibur tapi tidak menggurui.

Pemain-pemainnya bukanlah aktor-aktris papan atas Jepang, tapi tiap orang mempunyai ciri khas karakternya masing-masing dan makin tampak jelas seiring berjalannya cerita. Sayangnya, pemeran-pemeran pendukung seringkali tampak kaku dalam berakting, terutama adik Tomoko yang malah senyum-senyum pas PS2nya dijual kakaknya (bego nih adeknya). Naoto Takenaka yang jadi guru matematika juga kelihatan cocok dengan muka tua dan seriusnya tapi berubah ketika murid-muridnya tau kalau dia ternyata penggemar musik jazz juga.

Film ini juga meraih beberapa penghargaan, di antaranya adalah Newcomer of the Year dan Most Popular Film di Awards of the Japanese Academy dan Yokohama Film Festival. Tidak banyak film tentang musik yang dibawakan dengan ceria dan ringan (jangan hiraukan High School Musical dan film-film sejenisnya), apalagi dibuat oleh sineas Jepang. Dengan menampilkan banyak pemandangan daerah pedesaan Jepang yang adem dan bikin pengen berkunjung ke sana, Swing Girls emang gak boleh dilewatin.

4 hearts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s