Donnie Darko (2001)

28 days… 6 hours… 42 minutes… 12 seconds. That… is when the world… will end.
– Frank.

Donnie Darko (jake Gyllenhaal) adalah remaja yang penuh dengan masalah, seorang schizophrenia yang berhenti mengonsumsi obat-obatannya dan mulai untuk berjalan saat tidur. Suatu malam, ketika ia makan malam dengan keluarganya, Donnie terlibat argumen dengan kakaknya, Elizabeth (Maggie Gyllenhaal) dan berkata kasar. Dari situ, keluarganya tahu bahwa Donnie tidak lagi mengonsumsi obatnya. Merasa bersalah, Donniepun kembali mengonsumsi obatnya. Namun, pada tanggal 2 Oktober 1988, dia kembali berjalan saat tidur dan bertemu Frank, seseorang dalam kostum kelinci raksasa, yang berkata bahwa dunia akan berakhir dalam 28 hari, 6 jam, 42 menit, dan 12 detik lagi. Mengerikan, di saat Donnie bertemu Frank di sebuah lapangan golf, sebuah mesin pesawat jet menghantam kamar tidurnya. Jika Frank tidak memanggilnya saat itu, Frank sudah pasti akan mati di tempat tidurnya.

Sejak saat itu, Donnie mulai mengalami pengalaman-pengalaman aneh yang menyangkut perbuatan kriminal, time travel, penampakan-penampakan Frank; dan mengalami pengalaman-pengalaman mencekam dengan teman barunya, Gretchen (Jena Malone), terapisnya (Katharnie Rose), keluarganya, seorang selebritis lokal; Jim Cunningham (Patrick Swayze), serta nenek misterius, Grandma Death (Patience Cleveland).

Jenius. Itulah hal yang patut diucapkan pada Richard Kelly. Untuk ukuran film layar pertamanya, sutradara ini sudah memberi hasil yang sangat patut diapresiasi, apalagi storyline yang rumit semakin membuat penonton menjadi penasaran akan cerita sebenarnya di balik film ini, ditambah Jake Gyllenhaal yang juga sangat menjiwai perannya sebagai pemuda yang mempunyai masalah kejiwaan.

Tak ayal, film ini menjadi salah satu film favorit sepanjang masa, mendapat rating 8.2 di IMDB, serta tanggapan yang baik dari para kritikus. Kesan ‘dark’ yang ditonjolkan di film ini juga  dapat ditampilkan dengan sangat baik, sampai sampai scene yang seharusnya tidak terlalu terlihat dark, menjadi terlihat dark.

Secara garis besar, tidak banyak yang dapat dituangkan dalam review ini, karena Anda harus mengalaminya sendiri. Masuk ke dalam dunia Donnie Darko. Dunia kegelapan yang harus dialaminya. Donnie Darko adalah sebuah masterpiece, kejeniusan yang dituang dalam setiap screenplay, dan terdapat alasan-alasan mendetail di balik setiap kejadian. Nice work, Richard Kelly. Nice work.

4/5

2 thoughts on “Donnie Darko (2001)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s